Friday, April 22, 2016

Thanks For The Memories

 Hai, namaku Miy...
Aku ingin menceritakan jalan pertemuanku dengannya. Pertemuanku dengan Dyavol (Dika).
Aku berkenalan dengannya melalui aplikasi media social 3D chat IMVU. Pada saat itu Aku join diroom yang biasa Aku kunjungi tiap kali online, Dipps. pertama kali aku join disana karena di invite oleh salah satu kenalanku di IMVU. ChachaAngie.
Awalnya Aku sedikit canggung berada disana, tapi lama kelamaan Aku nyaman berada disana bersama mereka. Room itu selalu ramai dengan pengunjung yang itu itu saja, hehehe maklum saja karena disana mereka sudah saling akrab satu sama lain. Disana ada Dinzheaven (Dinz), Flootisya (Sila) si owner room, Karenrein (Re), NcSlash (Ipank), Misnufa (Nufa), PrincessCh1 (Bie), ChachaAngie (Chaca), Rizadesi (Icha), 4b3th (abet).
Tiap kali online yang Aku temui mereka di dipps, canda dan tawa selalu menghiasi warna warni room itu. Senang kenal mereka.
Kini mereka tidak hanya teman didunia maya saja bagiku, mereka lebih dari sahabat. Seringkali merindukan sosok mereka diroom itu.
Semakin kesini mereka sudah jarang online, bahkan ada yang vakum karena kesibukan mereka di kehidupan nyata dan ada pula yang jenuh. Sekarang yang masih sering online Karenrein (Re) yang sudah change avatar name jadi Viitska.
Dari room itu aku mengenal banyak orang walau hanya melalui 3D Chat. Sampai Aku dikenalkan Viitska dengan Dyavol.
“Miy tadi ada yang mau kenalan”
“siapa re?”
“yah orangnya udah left, nanti gue invite keroomnya”.
Viitska invite Aku ke room Otakul milik Dyavol, disana banyak orang-orang yang baru Aku temui. Seperti Vhulan, Antharez, Awan (hanya ID itu yang Aku ingat) dan, Viitski (Riky) kekasih Viitska.
Aku memulai perkenalan dengannya disana, hanya perkenalan singkat dan standar.
Hari setelah itu Aku tidak terlalu menghiraukan soal perkenalan itu, karena Aku fikir “ah paling Cuma kenalan biasa, ngeroom sekali abis itu udah”.
Beberapa hari kemudian Viitska kembali meng-invite ku keroom baru milik Dyavol itu, disana aku bertemu dengan orang-orang baru lagi kecuali Vhulan, Viitska dan, PerXa (Millah). Aku tidak banyak berkomunikasi dengan mereka yang ada diroom saat itu, Aku hanya chat kalau ada yang mengajakku bicara. Itupun hanya Aku balas seadanya.
Setelah hari itu, Dyavol tidak pernah terlihat online. Namun, Aku tiap kali online selalu join diroomnya yang sepakat di beri nama PE-WE ZONE yang bertemakan zombie. Hanya Aku sendiri disana, berharap suatu hari Aku bisa bertemu dengannya lagi diroom itu. Sebenarnya Aku tidak terlalu maniak zombie, tapi Aku membeli outfit zombie untuk join diroom itu.
Suatu saat Aku tertegun ketika melihat profile card miliknya, status : In Relationship dan bertuliskan nama seorang perempuan disana.
“hey what are you waiting for miy? He has a girlfriend…” Batinku.
Entah kenapa Aku masih saja terus berada disana, sampai suatu hari Aku lihat diberanda facebook ada kiriman di grup IMVU NEED dari akun Hyndk. Aku menambahkan akun itu sebagai teman di akun facebook milikku karena Aku tahu itu pasti Dyavol setelah dilihat dari berita postingannya di IMVU NEED yang mempromosikan room barunya. Beberapa saat kemudian dia menerima permintaan pertemananku.
Aku memulai kebiasaan “stalker” ku dan stalker akun miliknya, tiba-tiba dia mengirim pesan.
22 Desember 2015 (04:12PM)
“Tertarik gabuung ce ? wkwk”
“LoL”
“Ini bukan faaamz lho ya wkwk, fanclub :3”
“Dulu itu room klo ga salah namanya pewe zone”
“Iaaaa tuh ia, lah kok tau? Belum kelar si furni nya dulu, jd blm ganti :P”
“-.- MllY33 id gue -.-“
“Cece yg punya ava MIY33 tah? Astagaa wkwkwk kirain siapa”
“Sigh -.-“
Percakapan itu berakhir jam 04:33PM. Itu pertama kalinya Aku bicara panjang lebar padanya. Ada perasaan puas dan senang ketika dia membalas chatku.
Semenjak hari itu Aku lihat dia hampir tiap hari online, dia selalu ada diroomnya bersama Viitska. Entah kenapa Aku mulai merasa malas join disana. Jika tidak di invite Aku tidak join di room yang kini diberi nama TWD & RE FANCLUB.
Hari-hari berlalu begitu cepat, dia mengenalkanku pada teman-temannya yang join diroom itu. Namun hanya beberapa dari mereka yang akrab denganku sampai detik ini.
Sampai suatu malam Aku, Viitska, Flootisya, Dinzheaven, Dyavol dan VJSens bermain truth or dare. Entah kenapa malam itu perasaanku tidak enak, membuatku jadi malas bermain ToD itu. Disana mereka menggoda Viitska dan dyavol setelah sebuah pertanyaan terlontar dari Flootisya, feeling ku mengatakan kalau mereka pasti akan jadian. Kami bermain ToD sampai dini hari, setelah selesai main diroom itu Aku harus melihat Viitska dan dyavol spotting.
Aku join ke roomku “Gallows Hill”, hanya ada aku sendiri disana. Tak berapa lama berselang Viitska dan Flootisya join. Aku menyadari kedatangan mereka, tapi Aku hanya diam seolah afk (away from keyboard), kemudian Viitska curhat ke Flootisya mengenai dyavol. Sebagai teman yang baik, Flootisya memberikan saran yang masih ku ingat sampai saat ini.

 “kalau yakin jadiin aja, kalau ragu mending gak usah. Nah lu nya ke dia gimana?”.

Viitska dan Flootisya terdiam setelah itu. Aku langsung pamit offline ke mereka.
Esok setelahnya Aku mengetahui sesuatu walau dyavol dan Viitska menyembunyikannya. Mereka berpacaran. Dan Aku hanya bisa terdiam menatap monitor melihat profil card mereka bertuliskan nama mereka bergantian di tagline.
Namun yang aku tahu mereka berpacaran hanya empat hari, dyavol memberi alasan mereka putus karena selama empat hari jadian itu merasa canggung. Dia mengatakan ke Viitska kalau lebih baik mereka berteman saja agar tidak ada rasa canggung diantara mereka.
Sampai pada tanggal 10 Januari 2016 saat itu dirumah aku hanya sendiri karena si mama pergi ke acara pernikahan abang sepupuku. Dimana peristiwa ditanggal itu akan sulit Aku lupakan.
Aku dan dyavol call via skype, tiga jam kita mengobrol di skype. Saat itu lah Aku mengungkapkan semua perasaanku yang harusnya tidak ku ungkapkan. Aku mengatakan semua hal yang Aku rasakan sejak pertama kenal dengannya. I think this is ignorance I ever do.
Dan ditanggal 10 itu kita resmi berpacaran, padahal saat itu Aku masih berstatus pacaran dengan Ipang di IMVU. Dyavol mengetahui hal itu, Ia tidak masalah Aku berpacaran di IMVU dengan Ipang. Namun, Dia bilang akan melakukan hal yang sama suatu saat nanti. Itu yang membuat Aku melepaskan Ipang karena Aku tidak mau Dia menjalin hubungan dengan wanita lain meskipun itu hanya di IMVU.
Aku senang, senang sekali saat itu. Beberapa hari Aku lewati berpacaran dengannya semua masih sweet, memasuki angka satu bulan masih sweet meski sering kali terjadi pertengkaran karena perbedaan pendapat diantara kita, Aku masih bersabar karena Aku masih sayang sama dia dan gak mau kita selesai gitu aja. Aku bertahan. Memasuki pertengahan menuju bulan kedua berpacaran dengannya pertengkaran masih saja sering terjadi, sampai kadang Aku berpikir kenapa apa yang ku lakukan dimatanya selalu salah. Berada di dekatnya saat di IMVU bersama teman-teman yang lain di roomnya membuat ku serba salah, Aku takut untuk berbicara dan bercanda banyak disana karena pasti akan ada dimana ucapanku atau candaanku yang jadi mula pertengkaran antara kita. Dan itu membuatku tersiksa.
Aku tak ingin bertengkar dengannya, segala hal yang menurutku sepele pasti itu selalu jadi kesalahan terbesarku dimatanya. Itu membuatku kesal, Aku masih mengalah. Aku selalu mencoba meredam emosi tiap kali bertengkar dengannya. It’s because I love him. Namun, sepertinya dia tidak mengerti dan menyadari akan hal itu. Aku mencoba memaklumi.
Dia menyatakan jenuh bermain IMVU. Lagi-lagi Aku mencoba memaklumi. Dia mulai jarang memberi kabar. Aku coba mengerti, karena Ia sibuk dengan pekerjaannya.
Tiap hari Aku selalu menyempatkan diri untuk menyapanya via bbm, entah itu mengucapkan selamat pagi, mengingatkannya untuk hal-hal yang sepele. Sering kali dia membalasnya singkat, ya menurutku singkat. Namun, Aku mengerti posisinya yang sedang bekerja mungkin Ia sibuk.
Aku masih menunggu dengan harapan yang ku tunggu tidak sia-sia seperti sebelumnya, tapi sepertinya penantianku sia-sia. Dia tidak memberikan kabar sama sekali dalam beberapa hari. Aku sudah berkali-kali mengiriminya pesan singkat, sudah ku coba menghubunginya namun tetap tidak ada jawaban.
Sampai memasuki tanggal 10 dibulan maret Aku mengiriminya pesan di bbm mengucapkan selamat hari jadi yang kedua, Ia membalas pesanku. Kali ini Aku tidak bisa menahan amarahku lagi, Aku merasa muak diperlakukan seperti ini. Kesabaranku yang selama ini ku jaga baik dalam hubungan ini harus pergi seiring perginya waktu.
Dengan berat hati akhirnya Aku meminta untuk mengakhiri hubungan ini dan Ia mengiyakan permintaanku. Aku terdiam sejenak menatap layar ponselku. Entah apa yang mau aku ketik selanjutnya. Akhirnya kami putus. Bodohnya Aku menangisi apa yang telah Aku minta padanya. Ada perasaan menyesal setelah mengatakan hal itu, namun Aku tahu kalau menyesali itu tidak akan merubah apapun.





~SELESAI~

1 comment:

  1. Mohon maaf kalau ada kesalahan pada isi cerita, kalian yang tau cerita ini kalau ada yang perlu di perbaiki please tell me :')... arigato

    ReplyDelete