Kamu melihat anak laki-laki dan anak perempuan berjalan bergandengan tangan disekolah, kampus, dsb. Bagaimana perasaanmu?
- Tidak Peduli
- Sedikit iri
- Sangat iri
Kamu ke bioskop bersama teman-teman dan ternyata semua berpasangan, kecuali kamu! Bagaimana perasaanmu?
- Tidak Masalah
- Agak Canggung
- Iri Sekali
Sahabatmu baru-baru ini mulai menyukai seseorang dan sekarang mereka berpacaran. Bagaimana perasaanmu?
- Senang
- Sedikit Cemburu
- Kesal
Lelaki dan perempuan, perempuan dan laki-laki. Mereka terlihat dimana-mana, disekolah, dijalan, di mall. Setiap kali melihat pasangan yang sedang berduaan, kamu sangat ingin seperti mereka. Tetapi, apakah kamu sudah siap untuk berpacaran?
Jika ya, bagaimana kamu bisa menemukan orang yang tepat? Kalau kamu sudah menemukan si dia, bagaimana kamu menjaga kemurnian selama berpacaran?
- SUDAH SIAPKAH AKU BERPACARAN?
"Ada segudang tekanan untuk punya pacar. Juga, ada segudang 'cowok keren'." - Whitney.
"Beberapa anak perempuan agresif, dan aku sih mau-mau aja. Tapi, kalau aku tanya ke orang tuaku, pasti mereka bilang tidak boleh." Phillip.
HASRAT untuk berduaan dengan seseorang yang istimewa, yang juga menganggapmu istimewa bisa kuat sekali. Bahkan pada usia yang sangat muda. "aku mulai merasa ada tekanan untuk berpacaran pada umur 11 tahun," Kenang Jeni.
Tania mengatakan, "disekolah rasanya aneh sendiri kalau tidak pacaran, tak peduli dengan siapa!"
Bagaimana dengan kamu? Sudah siapkah kamu berpacaran?
Untuk menjawab pertanyaan itu, pertama-tama kita perlu menjawab pertanyaan yang lebih mendasar:
Apa "Berpacaran" Itu?
- Kamu sering "jalan bareng" dengan seorang lawan jenis. Apakah kamu berpacaran?
- Kamu dan seorang lawan jenis saling tertarik. Berapa kali sehari, kamu mengirim pesan singkat atau mengobrol lewat telepon dengannya? Apakah kamu berpacaran?
- Setiap kali kumpul dengan teman-teman, kamu selalu berpasangan dengan lawan jenis yang sama. Apakah kamu berpacaran?
Kemungkinan besar, kamu tidak kesulitan menjawab pertanyaan yang pertama. Tetapi, kamu mungkin perlu berpikir dulu sebelum menjawab pertanyaan kedua dan ketiga.
Apa tepatnya berpacaran itu? Sebenarnya, berpacaran adalah kegiatan apa pun antar teman yang didalamnya minat romantismu terfokus pada satu orang dan minat orang itu tefokus padamu. Karena itu, jawaban untuk ketiga pertanyaan diatas adalah YA. Entah melalui telepon atau bertemu langsung, entah terang-terangan atau diam-diam, jika kamu dan teman lawan jenis saling memiliki perasaan romantis dan berkomunikasi secara rutin, itu namanya berpacaran. Apakah kamu sudah siap untuk itu? Setelah ketiga pertanyaan berikut ini kita bahas, kamu bisa tahu jawabannya. :)
Mengapa Kamu Ingin Berpacaran?
Dalam banyak kebudayaan, berpacaran dianggap sebagai cara yang berterima bagi dua orang untuk lebih saling mengenal. Tetapi, berpacaran hendaknya punya tujuan yang terhormat, membantu seorang laki-laki dan seorang perempuan menentukan apakah mereka ingin menjadi suami istri.
Memang sebagian temanmu mungkin menganggap berpacaran itu tidak serius. Barangkali mereka hanya suka punya teman istimewa lawan jenis, tanpa berniat untuk menikah.
Ada yang mungkin bahkan menganggap pacar hanya sebagai piala atau aksesori yang dipamerkan di depan umum untuk menaikan harga diri mereka.
Akan tetapi, hubungan sambil lalu semacam itu biasanya tidak tahan lama.
Yang jelas, jika kamu berpacaran dengan seseorang, kamu berurusan dengan perasaan orang tersebut. Maka, PASTIKAN NIATMU TERHORMAT. Pikirkanlah : Apakah kamu suka kalau ada orang yang menganggap perasaanmu seperti mainan, yang diambil sebentar lalu cepat dibuang?
Menunda berpacaran tidak akan mengurangi kebebasanmu. Sebaliknya, itu akan memberimu lebih banyak kebebasan untuk menikmati masa mudamu. Dan, kamu akan punya waktu untuk mempersiapkan diri dengan mengembangkan kepribadianmu, yang terpenting agamamu.
Sementara itu, kamu dapat menikmati pergaulan dengan lawan jenis. Apa cara yang terbaik? Bergaullah dalam kelompok, laki-laki dan perempuan, tua maupun muda, dengan pengawasan yang baik.
Sebaliknya, jika kamu terlalu dini berfokus pada satu orang, kamu lebih beresiko sakit hati. Jadi, jangan terburu-buru. Gunakan masa mudamu untuk belajar caranya memupuk dan mempertahankan persahabatan. Kelak, jika kamu memutuskan untuk berpacaran, kamu sudah lebih mengenal dirimu dan apa yang kamu butuhkan dari seorang teman hidup.
No comments:
Post a Comment