Hai, namaku Miy...
Aku ingin menceritakan jalan
pertemuanku dengannya. Pertemuanku dengan Dyavol (Dika).
Aku
berkenalan dengannya melalui aplikasi media social 3D chat IMVU. Pada saat itu
Aku join diroom yang biasa Aku kunjungi tiap kali online, Dipps. pertama kali
aku join disana karena di invite oleh salah satu kenalanku di IMVU.
ChachaAngie.
Awalnya Aku
sedikit canggung berada disana, tapi lama kelamaan Aku nyaman berada disana
bersama mereka. Room itu selalu ramai dengan pengunjung yang itu itu saja,
hehehe maklum saja karena disana mereka sudah saling akrab satu sama lain.
Disana ada Dinzheaven (Dinz), Flootisya (Sila) si owner room, Karenrein (Re),
NcSlash (Ipank), Misnufa (Nufa), PrincessCh1 (Bie), ChachaAngie (Chaca),
Rizadesi (Icha), 4b3th (abet).
Tiap kali
online yang Aku temui mereka di dipps, canda dan tawa selalu menghiasi warna
warni room itu. Senang kenal mereka.
Kini mereka
tidak hanya teman didunia maya saja bagiku, mereka lebih dari sahabat. Seringkali
merindukan sosok mereka diroom itu.
Semakin
kesini mereka sudah jarang online, bahkan ada yang vakum karena kesibukan
mereka di kehidupan nyata dan ada pula yang jenuh. Sekarang yang masih sering
online Karenrein (Re) yang sudah change avatar name jadi Viitska.
Dari room
itu aku mengenal banyak orang walau hanya melalui 3D Chat. Sampai Aku
dikenalkan Viitska dengan Dyavol.
“Miy tadi
ada yang mau kenalan”
“siapa re?”
“yah
orangnya udah left, nanti gue invite keroomnya”.
Viitska invite
Aku ke room Otakul milik Dyavol, disana banyak orang-orang yang baru Aku temui.
Seperti Vhulan, Antharez, Awan (hanya ID itu yang Aku ingat) dan, Viitski
(Riky) kekasih Viitska.
Aku memulai
perkenalan dengannya disana, hanya perkenalan singkat dan standar.
Hari setelah
itu Aku tidak terlalu menghiraukan soal perkenalan itu, karena Aku fikir “ah
paling Cuma kenalan biasa, ngeroom sekali abis itu udah”.
Beberapa
hari kemudian Viitska kembali meng-invite ku keroom baru milik Dyavol itu,
disana aku bertemu dengan orang-orang baru lagi kecuali Vhulan, Viitska dan,
PerXa (Millah). Aku tidak banyak berkomunikasi dengan mereka yang ada diroom
saat itu, Aku hanya chat kalau ada yang mengajakku bicara. Itupun hanya Aku
balas seadanya.
Setelah hari
itu, Dyavol tidak pernah terlihat online. Namun, Aku tiap kali online selalu
join diroomnya yang sepakat di beri nama PE-WE ZONE yang bertemakan zombie.
Hanya Aku sendiri disana, berharap suatu hari Aku bisa bertemu dengannya lagi
diroom itu. Sebenarnya Aku tidak terlalu maniak zombie, tapi Aku membeli outfit
zombie untuk join diroom itu.
Suatu saat Aku
tertegun ketika melihat profile card miliknya, status : In Relationship dan
bertuliskan nama seorang perempuan disana.
“hey what
are you waiting for miy? He has a girlfriend…” Batinku.
Entah kenapa
Aku masih saja terus berada disana, sampai suatu hari Aku lihat diberanda
facebook ada kiriman di grup IMVU NEED dari akun Hyndk. Aku menambahkan akun
itu sebagai teman di akun facebook milikku karena Aku tahu itu pasti Dyavol setelah
dilihat dari berita postingannya di IMVU NEED yang mempromosikan room barunya.
Beberapa saat kemudian dia menerima permintaan pertemananku.
Aku memulai
kebiasaan “stalker” ku dan stalker akun miliknya, tiba-tiba dia mengirim pesan.
22 Desember 2015 (04:12PM)
“Tertarik gabuung ce ? wkwk”
“LoL”
“Ini bukan faaamz lho ya wkwk, fanclub :3”
“Dulu itu room klo ga salah namanya pewe
zone”
“Iaaaa tuh ia, lah kok tau? Belum kelar si
furni nya dulu, jd blm ganti :P”
“-.- MllY33 id gue -.-“
“Cece yg punya ava MIY33 tah? Astagaa wkwkwk
kirain siapa”
“Sigh -.-“
Percakapan
itu berakhir jam 04:33PM. Itu pertama kalinya Aku bicara panjang lebar padanya.
Ada perasaan puas dan senang ketika dia membalas chatku.
Semenjak
hari itu Aku lihat dia hampir tiap hari online, dia selalu ada diroomnya
bersama Viitska. Entah kenapa Aku mulai merasa malas join disana. Jika tidak di
invite Aku tidak join di room yang kini diberi nama TWD & RE FANCLUB.
Hari-hari
berlalu begitu cepat, dia mengenalkanku pada teman-temannya yang join diroom
itu. Namun hanya beberapa dari mereka yang akrab denganku sampai detik ini.
Sampai suatu
malam Aku, Viitska, Flootisya, Dinzheaven, Dyavol dan VJSens bermain truth or
dare. Entah kenapa malam itu perasaanku tidak enak, membuatku jadi malas
bermain ToD itu. Disana mereka menggoda Viitska dan dyavol setelah sebuah pertanyaan
terlontar dari Flootisya, feeling ku mengatakan kalau mereka pasti akan jadian.
Kami bermain ToD sampai dini hari, setelah selesai main diroom itu Aku harus
melihat Viitska dan dyavol spotting.
Aku join ke
roomku “Gallows Hill”, hanya ada aku sendiri disana. Tak berapa lama berselang
Viitska dan Flootisya join. Aku menyadari kedatangan mereka, tapi Aku hanya
diam seolah afk (away from keyboard), kemudian Viitska curhat ke Flootisya
mengenai dyavol. Sebagai teman yang baik, Flootisya memberikan saran yang masih
ku ingat sampai saat ini.
“kalau
yakin jadiin aja, kalau ragu mending gak usah. Nah lu nya ke dia gimana?”.
Viitska dan
Flootisya terdiam setelah itu. Aku langsung pamit offline ke mereka.
Esok
setelahnya Aku mengetahui sesuatu walau dyavol dan Viitska menyembunyikannya. Mereka
berpacaran. Dan Aku hanya bisa terdiam menatap monitor melihat profil card
mereka bertuliskan nama mereka bergantian di tagline.
Namun yang
aku tahu mereka berpacaran hanya empat hari, dyavol memberi alasan mereka putus
karena selama empat hari jadian itu merasa canggung. Dia mengatakan ke Viitska
kalau lebih baik mereka berteman saja agar tidak ada rasa canggung diantara
mereka.
Sampai pada
tanggal 10 Januari 2016 saat itu dirumah aku hanya sendiri karena si mama pergi
ke acara pernikahan abang sepupuku. Dimana peristiwa ditanggal itu akan sulit
Aku lupakan.
Aku dan
dyavol call via skype, tiga jam kita mengobrol di skype. Saat itu lah Aku
mengungkapkan semua perasaanku yang harusnya tidak ku ungkapkan. Aku mengatakan
semua hal yang Aku rasakan sejak pertama kenal dengannya. I think this is
ignorance I ever do.
Dan ditanggal
10 itu kita resmi berpacaran, padahal saat itu Aku masih berstatus pacaran
dengan Ipang di IMVU. Dyavol mengetahui hal itu, Ia tidak masalah Aku
berpacaran di IMVU dengan Ipang. Namun, Dia bilang akan melakukan hal yang sama
suatu saat nanti. Itu yang membuat Aku melepaskan Ipang karena Aku tidak mau
Dia menjalin hubungan dengan wanita lain meskipun itu hanya di IMVU.
Aku senang,
senang sekali saat itu. Beberapa hari Aku lewati berpacaran dengannya semua
masih sweet, memasuki angka satu bulan masih sweet meski sering kali terjadi
pertengkaran karena perbedaan pendapat diantara kita, Aku masih bersabar karena
Aku masih sayang sama dia dan gak mau kita selesai gitu aja. Aku bertahan. Memasuki
pertengahan menuju bulan kedua berpacaran dengannya pertengkaran masih saja
sering terjadi, sampai kadang Aku berpikir kenapa apa yang ku lakukan dimatanya
selalu salah. Berada di dekatnya saat di IMVU bersama teman-teman yang lain di
roomnya membuat ku serba salah, Aku takut untuk berbicara dan bercanda banyak
disana karena pasti akan ada dimana ucapanku atau candaanku yang jadi mula
pertengkaran antara kita. Dan itu membuatku tersiksa.
Aku tak
ingin bertengkar dengannya, segala hal yang menurutku sepele pasti itu selalu
jadi kesalahan terbesarku dimatanya. Itu membuatku kesal, Aku masih mengalah. Aku
selalu mencoba meredam emosi tiap kali bertengkar dengannya. It’s because I love
him. Namun, sepertinya dia tidak mengerti dan menyadari akan hal itu. Aku mencoba
memaklumi.
Dia
menyatakan jenuh bermain IMVU. Lagi-lagi Aku mencoba memaklumi. Dia mulai
jarang memberi kabar. Aku coba mengerti, karena Ia sibuk dengan pekerjaannya.
Tiap hari
Aku selalu menyempatkan diri untuk menyapanya via bbm, entah itu mengucapkan
selamat pagi, mengingatkannya untuk hal-hal yang sepele. Sering kali dia
membalasnya singkat, ya menurutku singkat. Namun, Aku mengerti posisinya yang
sedang bekerja mungkin Ia sibuk.
Aku masih
menunggu dengan harapan yang ku tunggu tidak sia-sia seperti sebelumnya, tapi
sepertinya penantianku sia-sia. Dia tidak memberikan kabar sama sekali dalam
beberapa hari. Aku sudah berkali-kali mengiriminya pesan singkat, sudah ku coba
menghubunginya namun tetap tidak ada jawaban.
Sampai memasuki
tanggal 10 dibulan maret Aku mengiriminya pesan di bbm mengucapkan selamat hari
jadi yang kedua, Ia membalas pesanku. Kali ini Aku tidak bisa menahan amarahku
lagi, Aku merasa muak diperlakukan seperti ini. Kesabaranku yang selama ini ku
jaga baik dalam hubungan ini harus pergi seiring perginya waktu.
Dengan berat
hati akhirnya Aku meminta untuk mengakhiri hubungan ini dan Ia mengiyakan
permintaanku. Aku terdiam sejenak menatap layar ponselku. Entah apa yang mau
aku ketik selanjutnya. Akhirnya kami putus. Bodohnya Aku menangisi apa yang
telah Aku minta padanya. Ada perasaan menyesal setelah mengatakan hal itu,
namun Aku tahu kalau menyesali itu tidak akan merubah apapun.
~SELESAI~

Mohon maaf kalau ada kesalahan pada isi cerita, kalian yang tau cerita ini kalau ada yang perlu di perbaiki please tell me :')... arigato
ReplyDelete